Pemkab Mesuji Tutup Mata, Pasien Covid 19 Menjerit, Warga Desa Gedung Ram Galang Dana

Berita24.co.id  : Mesuji-  Tim Gugus Tugas Covid -19 Kabupaten Mesuji nampaknya mengabai akan Pasien yang positif terinfeksi Virus Corona, (Covid 19). Pasalnya, hingga saat ini baik pasien maupun keluargnya tidak mendapat perhatian serius dari Tim Gugus Tugas atau Pemkab Mesuji. Selasa (22/09/2020).

Tidak adanya perhatian dari Pemkab Mesuji tersebut setelah ditetapkan Oleh Dinas Kesehatan Mesuji Melalui Hasil swab terhadap Pasien 07 (JP) (25) yang merupakan warga Desa Gedung Ram Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji.

Melalui Pesan WastApp (JP) (25) mengatakan samapai hari ini belum ada bantuan dari dinas ataupun perhatian akan kelangsungan hidupnya dari pemerintah daerah setelah dirinya ditetapkan terjangkit covid 19.

“Blasss orak Ono, seng nguwei aku”cetusnya melalui pesan WhatsApp.

Namun ia juga mengatakan sebelumnya mendapat bantuan sembako dari keluarga besar bapak Asbari Berabasan dan hari ini mendapat dari Desa Melalui Penggalangan Dana.

“Saya hanya dapat bantuan sembako itu dari keluarga pak Asbari. Sedangkan dari pemerintah Daerah itu sama sekali perhatian. Apalagi diri saya ini melakukan isolasi mandiri dirumah,”tukasnya.

Ditempat terpisah Anggota Tim Penggalangan Dana bantuan Lukman mengatakan Penggalangan dana ini adalah panggilan hati sesama manusia ,untuk itu dia menganggap hal ini penting untuk dilakukan mengingat pasien yang terinfeksi merupakan orang yang tidak mampu

“(JP) merupakan anak seorang janda dan sampai sekarang memang belum mendapat bantuan dari Pemda Mesuji “sebutnya

Ditambahkan Lukman selain pasien 07 ada Lima Belas (15) orang lain yang juga di isolasi Mandiri dirumah dan menunggu hasil Rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan Mesuji karena diketahui kelima belas orang merupakan kerabat dari Pasien 07

“hasil Penggalangan dana sampai siang hari ini mendapatkan Rp 1.000.000 dan kemungkinan akan terus bertambah “paparnya

Lukman berharap Pemerintah Daerah Memperhatikan nasip Warga yang telah dinyatakan Positif covid-19 ,takutnya jika dibiarkan berlarut pasien akan merasa bosan dan melakukan hal yang melanggar protokol kesehatan mengingat (JP) sudah dinyatakan Positif Covid -19 “tutupnya (n.hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *